Sastra Anak (Pengertian, Jenis,dan karakteristik) dan

  1. pengertian sastra anak menurut beberapa ahli :
  2. Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 3-12 tahun. (Puryanto, 2008 : 2)
  3. Hunt berpendapat sastra anak sebagai buku bacaan yang dibaca oleh,yang secara khusus cocok untuk, dan yang secara khusus pulamemuaskan sekelompok anggota yang kini disebut anak. ( Witakania, 2008 : 8)
  4. Sastra anak adalah sastra yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak melalui padangan anak-anak ( Norton,1993)
  5. Sastra anak adalah karya seni yang imajinatif dengan unsur estetisnys dominan yang bermediumkan bahasa baik lisan maupun tertulis yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan tentang dunia yang akrab dengan anak. (Santoso, 2003 , 8.3)
  6. Sarumpaet berpendapat sastra anak adalah karya sastra yang dikonsumsi anak-anak dan diurus serta dikerjakan oleh orang tua. (Santoso, 2003, 8.3)

Jadi dapat disimpulkan bahwa sastra anak adalah karya sastra yang didalamnya berisi nilai estetika dan hiburan yang secara kesulurahan dapat dipahami oleh anak yang berusia 3-12 tahun, dan disampaikan lewat orang yang lebih dewasa disekitarnya, seperti orang tua, kakak atau guru.

  1. Ya saya setuju. Lewat karya yang didongengkan atau diceritakan kepada anak, orang tua dapat mengajarkan kepada anak perbedaan tokoh yang jahat, ramah,baik ataupun durhaka yang dapat diaplikasikan langsung dengan mengumpamakan anak itu sebagi contohnya. Tidak lupa mereka akan berpesan kepada anaknya untuk menjadi anak yang baik dan taat pada orang tua. Contohnya, apabila diceritakan mengenai legenda Tangkuban Perahu, mengenai tokoh Sangkuriang kepada anak, maka orang tua akan berpesan jangan seperti Sangkuriang yang durhaka pada ibunya, padahal ibunya sudah merawatnya dari kecil membesarkannya dengan susah payah.

 

  1. Jenis menunjuk pada pengertian tipe, atau kategori pengelompokankarya sastra yang biasanya berdasarkan atas stile, bentuk, atau isi. Hal ini memiliki konsekunsi pemahaman bahwa dalam sebuah jenis sastra terdapat sejumlah elemen yang memiliki kesamaan sifat dan elemen-elemen yang menunjukan perberbedaan. Pembicaraan tentang jenis akan bersifat berbeda untuk tiap jenis, tettapi sekaligus mengandung unsur ketumpangtindihan. Hal ini disebabkan dalam tiap genre terdapat elemen tertentu yang kurang lebih sama, sedang yang berbeda hanya terdapat dalam kombinasi dan tingkatan. Artinya, suatu bentuk cerita yang dikelompokan kedalam salah satu subgenre dalam sebuah genre dapat memiliki karakter yang dapat ditemukan dam subgenre yang lain, namun dengan kriteria berbeda.
  2. Karakteristik cerita fantasi diantaranya adalah tokoh yang ditampilkan biasanya hampir semuanya hasil imajinasi, misal bisa berbicara dengan hewan, hantu atau yang lain. Lalu cerita selalu ditandai dengan konflik antara si jahat dan si baik, latar waktunya bisa kapanpun,baik masa lalu maupun masa yang akan datang yang masih ada diluar bayangan manusia, biasanya berkaitan dengan kehidupan dimasa depan dengan kecanggihan teknologi dan lain-lain.
  3. Cerita anak adalah citra dan metafora kehidupan, maksudnya adalah di dalam cerita anak terdapat butir-butir bekal hidup yang akan dibawa anak sampai kehidupan dewasanya kelak. Selain itu cerita anak yang sederhana biasanya diangkat dari tradisi kehidupan nyata, sehingga nasihat yang tersirat dari sebuah cerita maka dapat dipraktikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Intinya sastra anak adalah cerita dari kehidupan nyata yang dikemas dengan ringan untuk konsumsi anak.
  4. Ciri puisi anak : –     Bahasanya singkat dan padat serta relatif pendek puisinya.
  • Tidak diketahui siapa pengarangnya.
  • Diwariskan secara turun-temurun
  • Efek persajakan dan irama yang melodius diperoleh dari pendayagunaan unsur bahasa.
  • Keterjalinan antar unsur kebahasaan digunakan untuk mencapai keindahan dalam puisi.
  • Dapat berupa tembang anak tradisional, puisi naratif dan puisi personal.
  1. Dalam cerita detektif, tokoh “detektif” itu sendiri tidak harus sebagai pihak yang berwenang atau polisi, namun dia memiliki keahliaan dalam menguak kasus yang terjadi dalam cerita. Sedangakan dalam tokoh petualangan, tokohnya adalah dia yang menjalankan petualangan itu sendiri.
  2. ciri-ciri sastra tradisional yaitu :
  3. Tidak diketahui pengarangnya, diwariskan secara turun-temurun secara lisan.
  4. Cerita biasanya mengenai cerita yang telah mentradisi dalam masyarakat.
  5. Bersifat personal karena tiap pencerita memiliki kebebasan untuk mengubah cerita atau memilih bagaimana cara dia menyampaikannya.
  6. Ceritanya ringan, hanya menampilkan satu jalinan cerita.
  7. Tokoh dan konflik dalam cerita sederhana.
  8. Tidak diketahui kapan munculnya
  9. Pelajaran yang dapat diperoleh diantaranya anak akan memiliki dukungan terhadap pertumbuhan berbagai pengalaman (rasa, emosi, bahasa), personal (kognitif, sosial, etis, dan spiritual), eksplorasi dan penemuan, ditambah lagi dengan petualangan dan kenikmatan. Selain itu karena dikembangkan secara objektif maka akan langsung menjurus pada tahap kembang anak yang sesuai dengan karya sastranya.
  10. Ya saya setuju. Karena keterkaitan antara komik dengan film kartun tidak dapat dipisahkan, entah sebuah komik terkenal karena ada film kartunnya , atau film kartun terkenal karena ada komiknya. Selain itu film kartun ditayangkan di banyak stasiun televisi di Indonesia dan sangat digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak sehingga kadang ceritanya terus bersambung sampai bertahun-tahun ditayangkan. Cerita yang disampaikan ringan, biasanya mengenai perjuangan pahlawan memberantas kejahatan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nurgiyantoro, B. 2005. Sastra Anak : Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

 

Puryanto, Edi. 2008. Konsumsi Anak dalam Teks Sastra di Sekolah. Makalah dalam Konferensi Internasional Kesusasteraan XIX HISKI

 

Witakania. 2008. Aspek Psikopedagogik dalam Sastra Anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s